0

Sambutan Ketua Yayasan Karya Sang Timur Menjelang Paskah 2013

Easter 7Tema : “ Jadikan Pekerjaan Sebagai Berkat Bagi Sesama “

 Para Suster dan seluruh karyawan-karyawati Yayasan Karya Sang Timur yang berbahagia.

 Salam Sejahtera,

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya Gereja Katolik selalu mendorong umatnya untuk merayakan Paskah sebagai hari Raya Kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus. Di mana sebelumnya Gereja juga mengingatkan dan memberi kesempatan untuk gelaran renungan pertobatan( berpuasa,berpantang )selama masa pra paskah yang dimulai dari Rabu Abu. Juga tahun ini ditetapkan oleh Gereja sebagai Tahun Iman. Kiranya Tuhan melimpahkan berkatNya atas usaha, karya dan pekerjaan kita, sehingga hidup kita semakin sejahtera dan menjadi berkat bagi sesama.

Kita bersyukur atas karuniaNya yang melimpah kepada kita semua, khususnya saat ini rahmat Tuhan melimpah melalui karya penebusan oleh PuteraNya Yesus Kristus.Kita semua menyadari bahwa peristiwa Paskah adalah peristiwa penebusan, dimana setiap orang beriman yang percaya kepada Kristus akan dibebaskan dari belenggu dosa. Refleksi kita , adakah Paskah baru ? Paskah menurut iman Kristiani sebagai puncak sejarah penebusan umat manusia, sehingga dengan peristiwa ini perjalanan penyelamatan berlangsung. Paskah menjadi karya Pembenaran Allah melalui PuteraNya Yesus Kristus.Karena itu perayaan Paskah bukanlah sekedar ritual, tetapi sebuah pesta kemenangan. Paskah baru adalah rahmat dan akan diterima oleh setiap orang beriman sejauh hatinya mampu menghadirkan kembali Kristus, sehingga menjadi kekuatan ilahi yang menghalau segala bentuk kejahatan.

Sebagai umat beriman tentu menyadari bahwa bekerja bukan saja untuk memenuhi kebutuhan pokok atau kebutuhan sekunder lainnya, tetapi juga untuk memuliakan Tuhan dan mengabdi kepadaNya. Pekerjaan  seharusnya mempunyai  nilai luhur tersendiri dan tidak menjadi beban bagi martabat manusia. Pekerjaan yang efektif dan berdaya guna sangat  menentukan arah kesejahteraan, juga kesejahteraan bagi sesama yang lain yang sangat membutuhkan. Tentu menarik tema diatas  bila dihadapkan pada situasi globalisasi saat ini. Karena manusia sebagai subyek kerja saat ini beralih kepada kebutuhan yang berlebihan, bukan pada prestasi. Motivasi untuk memiliki lebih telah mendorong manusia dari pekerja yang normal menjadi pecandu pecandu kerja, sehingga tidak jarang manusia menjadi budak kerja yang pada gilirannya akan menghancurkan martabatnya sendiri.

Dalam Kitab Kejadian 1: 28 : “Beranak cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan dilaut dan burung-burung diudara dan atas segala binatang yang merayap di bumi”. Kata “taklukkanlah” bukan berarti mengeksploitasi alam, menguras habis kekayaan alam, tetapi merupakan tindakan penyempurnaan tata penciptaan yang semakin seimbang dan harmonis.  “Tuhan telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatannya yang pertama-tama dahulu kala” (Amsal 8;22). Pengertian “permulaan pekerjaanNya” lebih merupakan ungkapan dari keberadaan kasih Allah dan mendapat makna penting dalam sejarah umat kristiani. Konsekuensi dari pekerjaanNya dimana manusia sebagai Citra Allah ditutut untuk memuliakan Bapamu Yang di sorga adalah sempurna (Mat 5;48).

Satu elemen dasar terpenting dalam menumbuhkan semangat dalam bekerja adalah menyadari bahwa kerja merupakan panggilan kemanusiaannya. Karena itu nilai kerja disamping memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi juga menyadarkan akan potensinya dan nilai luhur kesejatian hidupnya.

Refleksi Santo Yohanes mengajak kita semua menata kembali untuk memperoleh kesejatian hidup melalui pekerjaan secara penuh dalam Kristus. “Aku hidup dan kamu pun akan hidup” (Yoh 14:19). “Aku di dalam Bapamu dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam Kamu” (Yoh 14 :20) Bekerja dengan penuh cinta kasih, tanpa sikap iri hati ( Luk 10:7) merupakan dasar kebahagiaan manusia dalam mewujudkan dirinya.

Bekerja dan Berdoalah ( ora et labora )  adalah pintu masuk bagi manusia untuk memperoleh kesejatian hidup. Jadi ziarah hidup manusia di dunia ini sebagai musafir yang terus menerus bekerja untuk  menyempurnakan jati dirinya. Usaha menumbuhkan semangat kerja  baru yang berlandaskan pada kemandirian akan terasa sulit bila tidak disertai pertobatan yang tulus dan motivasi yang kuat untuk maju. Semangat kerja secara mandiri dipengaruhi oleh lingkungan dan nilai-nilai yang diyakini bahwa kerja bukan untuk kesejahteraan dirinya sendiri tetapi juga untuk kesejahteraan bagi sesama.

Puasa adalah jalan untuk mengenali jati diri dan pekerjaan kita. Jika orang menjalankan puasa dengan penuh keimanan dan kesadaran akan apa yang dikerjakan maka  ia akan menjauhi sikap serakah untuk memiliki lebih dari kemampuannya.

Peristiwa paskah kembali mengingatkan  kita kefakta sejarah bahwa manusia telah diselamatkan dan semoga proses keselamatan membawa proses perubahan  dan semangat baru dalam bekerja.

 SEMOGA…. “ALLELUIA SELAMAT HARI RAYA PASKAH 2013

 

TTD

Sr.Kristella PIJ

Filed in: 5. Refleksi Tags: ,

Share This Post

Related Posts

Leave a Reply

Submit Comment

WP-SpamFree by Pole Position Marketing

Currently you have JavaScript disabled. In order to post comments, please make sure JavaScript and Cookies are enabled, and reload the page. Click here for instructions on how to enable JavaScript in your browser.

© 2014 Yayasan Karya Sang Timur. All rights reserved.