0

Tablet Pembelajaran Digital Sambut Sekolah Modern

Suasana Workshop Program SILV

Model pembelajaran digital di depan mata. Tak lama lagi guru dan siswa di sekolah-sekolah dalam naungan Yayasan Karya Sang Timur akan menggunakan interaktif media IT yang disajikan dalam sebuah perangkat tablet. Dalam statistik, Indonesia merupakan Tingginya pengguna telepon pintar dengan aplikas tablet merupakan salah satu indikasi bahwa masyarakat melek teknologi digital dan merupakan potensi besar guru dan siswa dalam menyelenggarakan pembelajaran digital di sekolah.

Dalam banyak literature disebutkan bahwa integrasi teknologi dalam kegiatan belajar mengajar berdampak positif tidak hanya pada hasil belajar siswa, tetapi juga pada motivasi dan tingkat kepercayaan diri siswa dalam proses pembelajaran. IT dalam pembelajaran mencakup penggunaan tablet sebagai media dan sumber pembelajaran. Perangkat tablet memungkinkan format buku elektronik dengan dukungan image, audio dan video sehingga materi pembelajaran menjadi menarik serta dapat dengan mudah dipahami oleh siswa. Setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan tablet dalam mendukung pembelajaran digital di sekolah.

Pertama, belajar dari pengalaman. Sebenarnya, penggunaan tablet untuk membaca buku elektronik bukanlah hal yang baru di dunia pendidikan tanah air. Dan terus mengalami peningkatan, perubahan dengan berbagai spesifikasi IT yang disuguhkan. Tahun 2008 Departemen pendidikan nasional (sekarang Kemdikbud) mengeluarkan buku sekolah elektronik(BSE). Untuk mendukung program buku elektronik tersebut, pemerintah memberikan sarana pendukungnya yaitu e-book reader (perangkat keras untuk membaca buku elektronik) ke sekolah. Tetapi, kualitas e-book reader yang dibagikan oleh pemerintah berkualitas rendah sehingga untuk membaca konten buku elektronik diperlukan waktu loading yang cukup lama. Jika dibandingkan dengan buku konvensional sangat tidak efektif. Jumlah perangkat e-book reader yang diterima oleh sekolah juga masih sangat terbatas dan sehingga tidak mencukupi kebutuhan siswa. Sehingga menjadi satu permasalahan baru.

Kemampuan guru dan siswa dalam menggunakan perangkat TIK di sekolah tidak sebanding dengan kemampuan merawat perangkat teknologi tersebut. Bahkan banyak sekolah yang tidak memiliki pegawai dengan kemampuan khusus merawat dan memperbaiki perangkat TIK. Akibatnya, banyak perangkat TIK di sekolah yang rusak karena minim perawatan. Maka dari itu Yayasan Karya Sang Timur Pusat  terus berupaya mengembangkan kemampuan IT, serius dengan tekad pembelajaran digital  mampu sejalan dengan baik karena soft skill guru menjadi prioritas mendasar.

Kedua, pendidikan literasi digital. Membawa tablet ke dalam proses pembelajaran tentunya harus diiringi dengan pendidikan literasi digital agar teknologi canggih tersebut dapat digunakan dengan effective khususnya dalam meningkatkan hasil pembelajaran di sekolah. Menurut Rubble dan Bailey (2007), literasi digital diartikan sebagai sebuah kemampuan untuk menggunakan teknologi digital dan tahu kapan dan bagaimana menggunakannya. Disekolah, pendidikan literasi digital harus mencakup dua hal yaitu pendidikan literasi informasi dan literasi media informasi. Bila SDM guru masih terbilang rendah dan siswa tidak dibekali dengan pengetahuan tentang informasi dan media ini maka budaya aktivitas digital yang bijak tidak akan terbentuk dan pada akhirnya berdampak negatif terhadap penggunaan perangkat TIK dikelas pembelajaran. Di negara-negara maju, pendidikan literasi terintegrasi dengan kurikulum sekolah sebagai penyeimbang penggunaan teknologi pembelajaran di kelas. Contoh saja Skotlandia, pendidikan tentang literasi digital dimulai dengan pengenalan beragam bentuk informasi dan bagaimana menyaring informasi tersebut. Disana siswa diajarkan bagaimana menggunakan internet secara bijak, bagaimana mengevaluasi informasi yang disajikan, serta dibimbing bagaimana menyeimbangkan aktivitas di dunia maya dan di kehidupan nyata sehari-hari.

Ketiga, kesiapan guru. Penggunaan perangkat teknologi canggih di kelas pembelajaran tentunya harus dengan kesiapan guru yang baik. Guru yang siap dengan sikap terbuka menggunakan TIK akan berpengaruh positif terhadap aktivitas pembelajaran. Kesiapan guru bukan hanya ditunjukkan oleh seberapa mampu guru menggunakan TIK tetapi juga tingkat pengetahuan guru tentang teknologi, pedagogi dan materi pembelajaran. Semisal, sejauh mana wawasan kependidikan, wawasan IT guru?

Dalam banyak literature pengetahuan guru tentang tiga aspek teknologi, pedagogi dan materi pelajaran merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran berbasis TIK sehingga pembelajaran tersebut dapat bermakna. Dengan pengetahuan ini guru tahu jenis teknologi yang tepat untuk memfasilitasi sebuah topic pembelajaran serta capaian yang akan diperoleh melalui dukungan teknologi tersebut. Selain itu, guru juga mampu dalam melakukan control penggunaan TIK oleh siswa selama proses pembelajaran sehingga kegiatan yangtidak terkait dengan aktivitas belajar siswa dapatdihindari. Untuk mendukung kesiapan guru maka Yayasan Karya Sang Timur Pusat menggelar workshop program SILV guna memberikan bekal dan bimbingan kepada guru dalam menggunakan perangkat TIK selama pembelajaran melalui program pelatihan yang berkesinambungan dan tepat sasaran.

Bila guru telah memiliki kemampuan dan pengetahuan TIK yang memadai, maka guru dapat memainkan perannya dalam mensukseskan program Yayasan Karya Sang Timur pusat dalam mengimplementasikan pembelajaran digital di sekolah sehingga tujuan utama Sekolah Modern berbasis IT mampu ditapaki hingga menghasilkan kualitas yang baik.

***

Alvonsus Glori A, S.Pd
(Guru SDK Sang Timur Pasuruan)

Filed in: 5. Refleksi & Artikel Tags: ,

Share This Post

Recent Posts

Leave a Reply

Submit Comment

© 2017 Yayasan Karya Sang Timur. All rights reserved.
Yayasan Karya Sang Timur