0

Transformasi Pendidikan Mutlak Harus Dilakukan

Dunia berubah, Zaman berubah, Cara berpikir & bertindakpun ikut berubah dengan sendirinya. Hal itulah yang mengharuskan dunia pendidikan juga harus berubah, pola pembelajaran harus berubah agar dunia pendidikan menjadi relevan dengan tantangan dan peluang yang terjadi di kehidupan nyata.

Dalam dunia kerja saat ini kemampuan yang diminta adalah kemampuan untuk bekerja sama dalam team (team work solidarity), kemampuan pemecahan masalah (problem solving), kemampuan untuk mengarahkan diri (self driving), berpikir kritis (critical thinking), menguasai teknologi serta mampu berkomunikasi dengan efektif. Kemampuan-kemampuan tersebut di atas disebut sebagai kemampuan abad 21 (21st Century Skills), dan harus mampu dikembangkan secara sistematis dalam dunia pendidikan, proses pembelajaran harus mampu mendorong terciptanya kemampuan tersebut. Oleh sebab itu, kemampuan akademis pada dunia pendidikan harus mampu menciptakan manusia yang mempunyai kemampuan belajar, beradaptasi dan berinovasi. Dalam kerangka dunia pendidikan Indonesia dikenal dengan pendidikan yang berkarakter, selain itu Indonesia mempunyai satu keunggulan dalam hal pendidikan spiritualisme dengan kekuatan pelajaran agama dan rohani.Transformasi pendidikan mencakup beberapa hal pokokyaitu :

  1. Kebijakan pendidikan, kebijakan pendidikan harus menunjukkan arahan yang jelas mengenai tujuan dan target yang ingin dicapai serta cara untuk mencapainya. Kebijakan harus tetap fleksibel dan bisa diterapkan sesuai kondisi lokal. Kurikulum dan sistem penilaian, kurikulum sebagai acuan dalam pengembangan pembelajaran dan sistem penilaian harus sudah mengarah pada pola pemblajaran abad21 yang lebih berpusat pada siswa.
  2. Pengembangan kompetensi Guru, guru sebagai motor terdepan dalam perubahan harus menjadi pihak pertama yang siap dalam proses perubahan ini. Guru harus mampu mengubah proses pembelajarannya dari yang tradisional berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa
  3. Teknologi, integrasi teknologi dalam proses belajar merupakan sebuah keniscayaan, siswa harus diarahkan dan diberikan kesempatan yang sebesar-besarnya dalam mencari informasi sesuai dengan target pembelajaran. Proses belajar dengan teknologi sebetulnya sama dengan proses bekerja dalam kehidupan nyata yang selalu bersinggungan dengan teknologi, yang artinya proses pembelajaranmenjadi relevan dengan proses kerja.
  4. Riset dan evaluasi, setiap proses apapun membutuhkan umpan balik untuk menyempurnakansistemnya oleh karena itu evaluasi menjadi penting untuk melihat dampak keberhasilan dari setiap kebijakan. Riset menjadi penting agar kita selalu dalam kondisi aktual dalam pengembangan dunia pendidikan.

Transformasi pendidikan menjadi syarat mutlak dan harus dilakukan secara bersama dan menyeluruh di berbagai tingkatan baik dari satuan terkecil di satuan pendidikan yaitu sekolah sebagai dasar membangun budaya dan peradaban bangsa menjadi sebuah karakter dan identitas yang mampu menghasilkan manusia literat di tingkat pemerintahan dari tingkat kabupaten sampai nasional.

Saat ini Indonesia telah menuju perubahan yang memusatkan pembangunan pendidikan selaras dengan nawacita bangsa indonesia yang ditandai telah diberlakukannya  kurikulum 2013 akan tetapi sistem penilaian pencapaian mutu pendidikan sebagai target kurikulum masih bertumpu pada ujian nasional. Maka dengan demikian mungkin tiba saatnya perlu dikaji ulang untuk menentukan sistem penilaian terbaik demi menghasilkan lulusan terbaik yang siap menerima kejutan di abad21. Kebijakan mengenai hilangnya pelajaran Bahasa Inggris dan TIK mungkin harus dikaji ulang karena melihat kondisi dan situasi di lapangan, secara alami semua guru harus mampu menguasai TIK dan pada akhirnya guru TIK hanya akan ada di sekolah-sekolah yang memang jurusannya mengenai TIK namun dengan melihat kondisi lapangan yang sangat bervariasi dan terkadang juga terjadi celah yang lebar antara kota dan desa, bagian barat dan timur maka perlu kebijakan yang lebih fleksibel yang dapat mengakomodir kemampuan masing-masing daerah sesuai dengan kemampuan, keadaan dan optimalisasi secara menyeluruh dan berkesinambungan mengingat bahwa pendidikan adalah proses belajar sepanjang hayat.

Mengacu pada obyektifitas gagasan diatas maka transformasi pendidikan juga harus mengedepankan partisipatif semua warga sekolah melalui teknologi informasi baik dalam pembelajaran formal informal sehingga generasi bangsa ini  mampu mengaplikasikan generasi karakter dan literat baik dalam menyambut abad 21.

***

Alvonsus Glori A, S.Pd
(Guru SDK Sang Timur Pasuruan)

Filed in: 5. Refleksi & Artikel Tags: 

Share This Post

Recent Posts

Leave a Reply

Submit Comment

© 6161 Yayasan Karya Sang Timur. All rights reserved.
Yayasan Karya Sang Timur
Assign a menu in the Left Menu options.
Assign a menu in the Right Menu options.